Makalah
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Dibuat guna memenuhi tugas Ujian
Akhir Semester
Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro
Muhammad Firdaus
130302027
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN STUDI ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN 2013 - 2014
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan “Makalah tentang pasar
persaingan sempurna”. Adapun tujuan penulisan paper ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi mikro.
Meskipun dalam penyusunan paper ini penulis banyak menemukan kesulitan.
Akan tetapi, karena dorongan dan motivasi dari berbagai pihak paper ini dapat
terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa pada penulisan paper ini masih terdapat kekurangan.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Dan semoga paper ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya
(amin).
Pekanbaru, 05 Januari 2014
Muhammad
Firdaus
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang………………………………………………………………...4
1.2 Rumusan
Masalah……………………………………………………………..5
1.3 Tujuan………………………………………………………………………….5
Bab 2 Pembahasan Masalah
2.1 Struktur pasar dan karakteristik pasar persaingan
sempurna…………………...
2.2 Permintaan dan penawaran dalam pasar persaingan sempurna………………...
2.3 Memaksimumkan keuntungan jangka pendek di pasar
persaingan sempurna....
2.4 Memaksimumkan keuntungan jangka panjang di pasar
persaingan sempurna...
2.5 Biaya marginal dan kurva penawaran…………………………………………..
2.6 Operasi perusahaan dan industri dalam jangka panjang………………………..
2.7 Kurva penawaran industri dalam jangka panjang………………………………
2.8 Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna………………………….
2.9 Kebaikan dan
Keburukan Pasar Persaingan Sempurna
Bab 3 Penutup
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………..
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemahaman
perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar harus
memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka mendapatkan kepuasan yang
lebih besar kepada konsumen. Pada pasar ini permintaan dan penawaran bergerak
secara leluasa. Karena dalam pasar ini terdapat banyak penjual dan pembeli.
Sehingga harga yang terbentuk dikarenakan keinginan produsen dan konsumen.
Karena permintaan mencerminkan konsumen dan penawaran mencerminkan produsen.
Bentuk pasar persaingan sempurna terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan
hasil-hasil pertanian.
Dalam pasar persaingan sempurna
terdapat banyak penjual dan pembeli. Artinya jumlah penjual dan pembeli
sama-sama banyak, maka harga tidak bisa dipengaruhi oleh satu penjual atau
pembeli saja. Sehingga penjual dan pembeli telah menerima tingkat harga yang
terbentuk didalam pasar sebagai fakta yang tidak dapat diubah.
Bagi pembeli, barang atau jasa yang
ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat.
Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan harga,
ia akan rugi sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari dan
akan mencari penjual lainnya.
Pasar persaingan sempurna merupakan
struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap system pasar ini adalah
struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau
jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya.[1]
1.2 Rumusan masalah
a.
Struktur pasar dan karakteristik pasar persaingan
sempurna
b.
Permintaan dan penawaran dalam pasar persaingan sempurna
c.
Memaksimumkan keuntungan jangka pendek di pasar persaingan
sempurna
d.
Memaksimumkan keuntungan jangka panjang di pasar
persaingan sempurna
e.
Kesimbangan jangka pendek dan panjang pasar persaingan
sempurna
f.
Biaya marginal dan kurva penawaran
g.
Operasi perusahaan dan industri dalam jangka panjang
h.
Kurva penawaran industri dalam jangka panjang
i.
Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna
1.3 Tujuan
Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah :
1. Untuk mengetahui ciri-ciri pasar
persaingan sempurna.
2. Untuk mengetahui pemaksimuman
keuntungan jangka pendek.
3. Untuk mengetahui operasi perusahaan
dan industri dalam jangka panjang.
4.
Untuk
mengetahui kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna.
BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
2.1 Struktur dan karakteristik Pasar Persaingan
Sempurna.
- Struktur Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi pasar. Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu:
·
Semua perusahaan memproduksi barang
yang homogeny (homogenitas product)
Produk yang homogen adalah produk yang mampu member kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
Produk yang homogen adalah produk yang mampu member kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
·
Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan
atau informasi sempurna (perfect knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual sehingga konsumen tidak akan mengelami perlakuan harga jual yang berbeda dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual sehingga konsumen tidak akan mengelami perlakuan harga jual yang berbeda dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
·
Output sebuah perusahaan relative
kecil disbanding output pasar (small relatively output)
Jumlah output setiap perusahaan secara inividu dianggap relative kecil disbanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industry.
Jumlah output setiap perusahaan secara inividu dianggap relative kecil disbanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industry.
·
Perusahaan menerima harga yang
ditentukan pasar (price taken)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker) karena perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker) karena perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
·
Semua perusahaan bebas masuk dan
keluar pasar (free entry and exit)
Dalam pasar persaingan sempurna faktor mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
Dalam pasar persaingan sempurna faktor mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
Agar dapat bertahan dalam pasar, maka dalam jangka panjang
perusahaan harus memenuhi empat
persyaratan :
- Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang peling optimal;
- Tidak mengalami kerugian (not suffering lost) agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalm produksi. Oleh karena itu biaya rata-rata jangka pendek harus sama dengan harga jual;
- Tidak ada inserif bagi perusahaan untuk measuk-keluar, karena laba nol. Laba nol sisebut juga laba normal yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama jika uang dan factor produksi lain dialokasikan pada kegiatan alternative;
- Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi, walaupun dengan memperbesar skala produksi, karena berproduksi pada titik minimum kurva biaya rata-rata jangka minimum.
- Karakteristik pasar persaingan sempurna
·
Beberapa karakteristik agar sebuah
pasar dapat dikatakan persaingan sempurna :
·
Semua perusahaan memproduksi barang
yang homogen (homogeneous product)
·
Produsen dan konsumen memiliki
pengetahuan / informasi sempurna (perfect
knowledge)
knowledge)
·
Output sebuah perusahaan relative
kecil dibanding output pasar (small relatively output)
·
Perusahaan menerima harga yang
ditentukan pasar (price taker)
·
Semua perusahaan bebas masuk dan
keluar pasar (free entry and exit)
2.2 Permintaan dan Penawaran Pasar Persaingan Sempurna
a.
Permintaan
- Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran.
- Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah.
b. Penawaran
- Kurva permintaan (D) sama dengan kurva penarimaan rata –
rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga
(P)
- Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0).
2.3 Memaksimumkan keuntungan jangka pendek di pasar
persaingan sempurna
A.
Pemaksimuman
keuntungan jangka pendek
Dalam bagian ini secara serentak
akan ditunjukkan contoh angka tentang biaya produksi, hasil penjualan dan
penentuan keuntungan. Dalam contoh ini ditunjukkan (i) cara menghitung biaya
total, biaya rata-rata dan biaya marginal (ii) cara menghitung hasil penjualan
total, penjualan rata-rata dan penjualan marginal dan (iii) menunjukkanmcara
suatu perusahaan menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan
keuntungan.
Syarat Pemaksimuman Keuntungan
Di dalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh suatu
perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara berikut:
·
Membandingkan
hasil penjualan total dengan biaya total.
- Dalam cara pertama keuntungan ditentukan dengan menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total. Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan total yang diperoleh dengan biaya total yang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan perbedaan di antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keuntungan maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total dengan biaya total adalah paling maksimum.
- Menunjukkan keadaan di mana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.
- Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata dan biaya marginal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi di mana hasil penjualan marginal(MR) sama dengan biaya marginal(MC) atau MR = MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungan apabila menambah produksinya ketika MR > MC.
A.
Pendekatan
Biaya Total Hasil Biaya Total
Kurva TC (biaya total) dan TR (hasil
penjualan total) dibuat berdasarkan data yang terdapat dalam table 11.1 dan
11.2. kurva TC bermula di atas kurva TR dan ini terus berlangsung sehingga
tingkat produksi hamper 2 unit. Keadaan di mana kurva TC berada di atas kurva
TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Pada waktu produksi mencapai
di antara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR dan ini
menggambarkan bahwa perusahaan memperoleh keuntungan.
B.
Pendekatan
Biaya Marginal – Hasil Penjualan Marginal
Kegiatan perusahaan mencapai
keuntungan maksimum apabila pada jumlah produksi tercapai keadaan di mana
MC=MR. Dengan demikian perusahaan mencapai keuntungan maksimum apabila produksi
adalah 7 unit.
Walaupun setiap perusahaan akan
berusaha untuk memaksimumkan keuntungan, tidaklah berarti bahwa setiap
perusahaan akan selalu mendapat untung dalam kegiatannya. Dalam jangka pendek
terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan:
§ Mendapat untung yang luar biasa,
§ Mendapat untung normal,
§ Mengalami kerugian tetapi masih dapat membayar biaya
berubah,
dalam
keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.
§ Menentukan keuntungan maksimum dapat dilihat bila posisi
sebagai berikut :
§ Keuntungan = Hasil penjualan total – Biaya produksi total
§ Tambahan keuntungan = Tambahan penjualan total – Tambahan
biaya
Jumlah Produksi dan Biaya Produksi
Tabel
11.1
Jumlah
produksi dan biaya produksi
Jumlah produksi
(1)
|
Biaya tetap
(2)
|
Biaya berubah
(3)
|
Biaya total
(4)
|
Biaya marginal
(5)
|
Biaya tetap rata-rata
(6)
|
Biaya berubah rata-rata
(7)
|
Biaya total rata-rata
(8)
|
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
|
0
100
180
240
280
300
380
530
780
1160
1700
|
100
200
280
340
380
400
480
630
880
1260
1800
|
100
80
60
40
20
80
150
250
380
540
|
-
100
50
33.3
25
20
17.7
14.3
12.5
11.1
10
|
-
100
90
80
70
60
63.3
75.7
97.5
128.9
170
|
-
200
140
113.3
95
80
80
90
110
140
180
|
Pada
dasarnya data tersebut menjelaskan:
·
Kolom(1) ditunjukkan berbagai jumlah
produksi yang dapat dicapai.
·
Kolom(2) menggambarkan biaya
tetap total yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membeli input tetap
ynga di gunakan dalam proses produksi.
·
Kolom(3) menunjukkan biaya
tetap biaya berubah total yaitu semua biaya yang dibelanjakan
untuk membeli input berubah (tenaga kerja).
·
Dengan menjumlahkan biaya tetap
total dengan biaya berubah total diperoleh biaya total, yaitu seperti
ditunjukkan dalam kolom (4).
·
Kolom (5) menunjukkan biaya
marginal, yaitu tambahan biaya yang perlu dikeluarkan untuk menambah satu unit
produksi.
·
Kolom (6) menunjukkan biaya tetap
rata-rata, yaitu biaya tetap dibagi dengan jumlah produksi.
·
Kolom (7) menunjukkan biaya berubah
rata-rata, yaitu biaya berubah total dibagi jumlah produksi.
·
Biaya total ditunjukkan dalam kolOm
(8), biaya ini menunjukkan biaya per unit untuk menghasilkan barang.
Ciri-ciri kurva berbagai jenis biaya adalah:
§ Biaya berubah total mula-mula mengalami kenaikan yang
lambat, akan tetapi setelah satu tingkat produksi tertentu kenaikannya makin
lama makin cepat.
§ Biaya total mempunyai sifat yang sama dengan biaya berubah
total.
§ Biaya tetap rata-rata semakin lama semakin kecil.
- Biaya berubah rata-rata , biaya total rata-rata dan biaya marginal mempunyai sifat yang sama.
Pada tingkat produksi yang rendah ketiga jenis biaya
tersebut semakin menurun apabila produksi meningkat, tetapi pada produksi yang
lebih tinggi apabila produksi ditambah.
2.4 Memaksimumkan Keuntungan JangkaPanjang di Pasar Persaingan Sempurna
Keuntungan Jangka Panjang
Di dalam jangka panjang
perusahaan-perusahaan tidak mungkin memperoleh keuntungan yang luar
biasa(melebihi normal). Keuntungan luar biasa akan menarik
perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut.
Dalam keadaan di mana perusahaan
mengalami kerugian adalah merupakan keadaan yang sementara. Kerugian
mendorong beberapa perusahaan untuk mengundurkan diri dari industri
tersebut.
Hal
tersebut menunjukkan bahwa di dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan dalam
persaingan sempurna cenderung untuk memperoleh keuntungan normal saja.
Kurva Penawaran Industri Dalam
Jangka Panjang
Perubahan-perubahan biaya produksi
dalam jangka panjang akan mempengaruhi kurva penawaran. Berdasarkan kepada
sifat perubahan biaya produksi dalam jangka panjang, kurva penawaran industri
dalam pasar persaingan sempurna dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk yaitu:
·
Biaya jangka panjang yang tidak
berubah,
·
Biaya jangka panjang yang semakin
meningkat,
·
Biaya jangka panjang yang semakin
menurun,
Pemaksimuman Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, semua input
adalah variable. Keadaan ini bisa dianggap stage perencanaan sebelum perusahaan
masuk kedalam industri. Pada stage ini perusahaan akan memutuskan fasilitas
produksi sebesar apa yang harus dibangun (misalnya jumlah optimal dari fixed
cost). Dalam jangka panjang, perusahaan juga tetap berusaha memaksimumkan
profit. Harga ditetapkan pasar dan sama dengan MR. output akan naik selama MR
< MC. Maksimum profit tercapai bila MR = MC.
Equilibirium Maksiminasi Profit
Dari grafik dibawah LMC adalah
long-run average cost dan long-run marginal cost. Kurva demamd (D) menunjukkna
harga pasar equilibirium (Po) dimana D = MR. selama harga lebih besar dari
long-run average cost (LAC), profit perusahaan masih ada. Jadi, output antara
Xo dan X1 menghasilkan profit. Tingkat output ini sering disebut sebagai
break-event point. Profit maksimum tercapai pada titik S dimana MR =LMC,dimana
output adalah Xm. Perusahaan tidak akan berproduksi pada titik M Karen disini
MR lebih besar dari MC, jadi perusaaan bisa tetap dapat untung bila terus
berproduksi. Total revenue adalah harga ⃰ output (area 0 Po S Xm). Total cost
adalah AC ⃰ output (area 0 Co RXm).Total profit adalah total revenue dikurangi
total cost atau area CoPoSR. Secara singkat, perusahaan akan merencanakan untuk
beroperasi pada skala dimana LMC sama dengan harga. Sudah tentu bila harga
pasar berubah, skalanya berubah pul. Jadi, kurva suplay jangka panjang
perusahaan adalah kurva marginal cost jangka panjang.
2.5 Biaya marginal dan kurva penawaran
Kurva penawaran adalah kurva yang
menunjukkan perkaitan diantara harga suatu barang tertentu dan jumlah barang
tersebut yang ditawarkan. Dalam bagian ini akan diterangkan bahwa semenjak ia
memotong kurva AVC, kurva biaya marginal (MC) dari suatu perusahaan dalam pasar
persaingan sempurna adalah merupakan kurva penawaran dari perusahaan tersebut.
Ada dua kurva penawaran yaitu kurva penawaran perusahaan dan kurva penawaran
industri.
2.6 Operasi Perusahaan dan IndustriDalam Jangka Panjang
Dalam jangka panjang perusahaan dan
industri dapat membuat beberapa perubahan tertentu yang di dalam jangka pendek
tidak dapat dilakukan. Perusahaan dapat menambah faktor-faktor produksi yang di
dalam jangka pendek adalah tetap jumlahnya. Kemungkinan ini menyebabkan
perusahaan tidak lagi mengeluarkan biaya tetap, semuanya adalah biaya berubah.
Apabila suatu perusahaan tidak dapat menutupi biaya berubahnya, ia tidak akan
membubarkan usahanya, tetapi hanya akan menghentikan kegiatan
produksinya.perubahan lain yang mungkin berlaku dalam jangka panjang adalah
kemajuan teknologi, kenaikan upah tenaga kerja dan kenaikan harga-harga umum.
Perubahan ini akan mempengaruhi biaya produksi di setiap perusahaan.
Dengan adanya kemungkinan untuk
membuat penyesuaian-penyesuaian tersebut keadaan dalam perusahaan dan industri
akan mengalami perubahan, dua hal yang harus diperhatikan:
·
Keadaan yang wujud apabila
permintaan bertambah
·
Keadaan yang wujud apabila
permintaan berkurang
2.7 Kurva Penawaran Industri Dalam
Jangka Panjang
Perubahan-perubahan biaya produksi
dalam jangka panjang akan mempengaruhi kurva penawaran. Berdasarkan kepada
sifat perubahan biaya produksi dalam jangka panjang, kurva penawaran industri
dalam pasar persaingan sempurna dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk yaitu:
·
Biaya jangka panjang yang tidak
berubah
·
Biaya jangka panjang yang semakin
meningkat
·
Biaya jangka panjang yang semakin
menurun
2.8 Kebaikan dan Keburukan PasarPersaingan Sempurna.
Keadaan pasar yang bersifat
persaingan sempurna banyak yang di gunakan sebagai pemisalan di dalam analisis
ekonomi. Kebanyakan analisis ekonomi menganggap bahwa persaingan sempurna
adalah struktur pasar yang lebih ideal dari jenis pasar lainnya. Ini di
sebabkan oleh beberapa kebaikan dari pasar persaingan sempurna. Namun demikian
ia juga mempunyai beberapa keburukan. Sebagai penutup kepada uraian mengenai
pasar persaingan sempurna, dalam bagian ini akan di perhatikan kebaikan dan
keburukan dari pasar tersebut.
Kebaikan dari pasar persaingan sempurna adalah :
·
Persaingan sempurna memaksimumkan
efisiensi
·
Kebebasan bertindak dan memilih
Keburukan dari pasar persaingan sempurna adalah :
- Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
- Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya social
- Membatasi pilihan konsumen
- Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
- Distribusi pendapatan tidak selalu merata
2.9
Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna.
Didalam pasar persaingan sempurna terdapat beberapa kebaikan dan keburukannya
yaitu sebagai berikut. Namun sebelum saya menerangkan kebaikan pasar persaingan
sempurna , pasar persaingan sempurna harus dilihat dari sudut efisiensi
terlebih dahulu, terdapat dua konsep efisiensi yaitu : efisiensi produktif dan
efisiensi elokatif.
a.
Efisiensi produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif harus
dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang
dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan suatu tingkat
produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi dapat digunakan.
Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang
paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat
yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya
rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang
paling rendah. Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat
produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan
biaya produksi yang paling minimal.
b.
Efisiensi Alokatif
Untuk melihat
apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah alokasi
sumber-sumber daya keberbagi kegiatan ekonomi/produksi telah dicapai tingkat
yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang
maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan
biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan
ekonomi, produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana
harga=biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam
perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.
c.
Efisiensi
dalam persaingan sempurna
Didalam
persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi ynag dijelaskan diatas akan selalu
wujud. Telah dijelaskan bahwa didalam jangka panjang perusahaan dalam
persaingan sempurna akan mendapat untung normal, dan untung normal ini akan
dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian,
sesuai dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka
panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh perushaan dalam persaingan
sempurna.
Telah juga
dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan marjinal.
Dan didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan marjinal
= biaya marjinal. Dengan demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku:
harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan
bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif. Dari
kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai didalam
pasar persaingan sempurna.
Kebebasan bertindak dan memilih
Persaingan
sempurna menghindari wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolonan kecil
masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi semacam itu akan
membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan
yang disukainya. Juga kebebasaannya untuk memilih barang yang dikonsumsikannya
menjadi lebih terbatas.
Didalam pasar
yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah
produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan
bagaimana faktor-faktor produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang
menjadi factor yang menentukan pengalokasinya. Tidak seorang pun mempunyai kekuasan
untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasaan
untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai
pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan
untuk memenuhi kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh
keatas corak pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan factor-faktor
produksi yang mereka miliki. Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar
persaingan sempurna juga memiliki keburukan-keburukan antara lain :
1.
Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar
persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain.
Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat meemperoleh keuntungan yang
kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut.
Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan
normal, Karena walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkan efisiensi
dan menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat
berbuat demikian. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini
menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan
teknologi dan inovasi.
Disamping oleh
alasan yang disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga berpendapat
kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena
perusahaan-perusahan yang kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat
penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik. Penyelidikan
seperti itu sering kali sangat mahal biayanya dan tidak dapat dipikul oleh
perusahaan yang kecil ukurannya.
2.
Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
Didalam menilai efisiensi perusahaan yang
diperhatikan adalah cara perusahaan itu menggunakan sumber-sumber daya.
Ditinjau dari sudut pandangnan perusahaan, penggunaannya mungkimn sangat
efisien. Akan tetapi, ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya
merugikan.
3.
Membatasi pilihan konsumen
Karena barang
yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama, konsumen mempunyai
pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya.
4. Biaya
dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
Didalam
mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah paling
minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan)pemisalan bahwa biaya produksi tidak
berbeda. Pemisalan ini tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk
pasar lainnya mungkin dapat mengurangi biaya produksi sebagai akibat menikmati skala
ekonomi,perkembangan teknologi dan inovasi.
5.
Distribusi pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak
distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan tertentu dalam
masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian
sumber-sumber daya. Ini berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana
bentuk dari penggunaan sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi
pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumber daya (yang dialokasikan
secara efisien) akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya.
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
- Penentuan keseimbangan di pasaran barang bergantung kepada struktur pasar dari barang yang diperjualbelikan. Struktur pasar barang dibedakan kepada empat bentuk: (i) pasar persaingan sempurna,(ii) monopoli, (iii) persaingan monopoli (iv).
- Pasaran persaingan sempurna merupakan pasaran barang yang ideal karena mempunyai ciri-ciri yang memaksimumkan kesejahteraan masyarakat. Ciri-ciri utama persaingan sempurna adalah: pembeli harga, mudah ke luar masuk,menghasilkan barang serupa (identical/homogenous), banyak perusahaan dan pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar.
Keberadaan pasar persaingan sempurna secara realitas tidak
ada, karena ia hanya ada secara teori. Namun demikian pasar global dewasa ini
mengarah pada konsep pasar persaingan sempurna dalam arti, variabel harga
ditentukan oleh kekuatan tarik menarik antara penawaran dan permintaan pasar.
Daftar
Pustaka
Djojodipuro, Marsudi. 1994.
Pengantar Ekonomi untuk Perencanaan. Jakarta: UI-Press.
Buku Mikro Ekonomi “ Teori
Pengantar” Edisi Ketiga, penulis Sadono Sukirmo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar